01
May 13

Rich Dad Poor Dad dan May Day

Hari ini tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh (Labour Day).  Google juga merayakannya dengan membuat doodle khusus.

Hari buruh biasanya “dirayakan” dengan demo besar-besaran di Jakarta.  Tuntutan buruh seputar masalah kesejahteraan, khususnya masalah kenaikan upah (gaji).  Saya sebagai dosen juga masuk dalam kategori buruh.  Tentunya saya juga akan senang jika mendapatkan kenaikan gaji.

Tapi setelah membaca buku Rich Dad Poor Dad (Robert T. Kiyosaki), pandangan saya tentang kenaikan gaji jadi berubah.   Kenaikan gaji tidak akan pernah cukup, tidak akan pernah tinggi.  Seiring dengan kenaikan gaji, kebutuhan (dan keinginan) anda akan naik juga.  Jadi kenaikan gaji tidak akan bisa dirasakan.  Kenapa? Karena sebagian besar orang, walaupun mengeyam pendidikan tinggi, tapi sedikit sekali yang diajari mengelola uang.  Istilahnya: Financial Literacy.

Poor Dad akan mengajarkan anda untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin sehingga anda dapat bekerja di perusahaan terkenal dan mendapat gaji setinggi mungkin.  Rich Dad juga setuju anda perlu pendidikan tinggi, tapi anda juga perlu pengetahuan tentang Financial Literacy.  Secara umum, selama anda masih menjadi buruh (bekerja pada orang lain), gaji anda akan ada batasnya (upper limit).  Jika anda memiliki usaha sendiri dan memperkerjakan orang lain, gaji (pemasukan) anda tidak ada batas atasnya.  Semua tergantung dari kemampuan anda mengelolanya.

Jika menjadi buruh, anda mendapat penghasilan jika anda bekerja.  Jika anda punya usaha sendiri, anda akan tetap dapat penghasilan walaupun anda tidak bekerja (pasive income).  Kunci dari financial literacy adalah kemampuan anda menambah asset, bukan liabilitas.  Semakin banyak asset yang anda miliki, maka uang akan bekerja untuk anda.  Semakin banyak liabilitas, anda akan bekerja untuk uang.

Selamat hari buruh :)